IMD dan ASI Eksklusif: Awal Terbaik untuk Si Kecil

Mengenal Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di jam pertama kelahiran dan pentingnya ASI eksklusif sampai usia 6 bulan — termasuk manfaat kolostrum, pola menyusu bayi, dan cara mendukung keberhasilannya.

Tim Zayyan 2 menit baca Kehamilan · Menyusui
IMD dan ASI Eksklusif: Awal Terbaik untuk Si Kecil

Menit-menit pertama setelah kelahiran adalah momen berharga untuk memulai perjalanan menyusui. Dua langkah awal yang sangat dianjurkan adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Keduanya memberi si kecil awal yang terbaik.

Apa itu Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

IMD adalah proses meletakkan bayi di dada ibu segera setelah lahir, dalam satu jam pertama kelahiran, agar terjadi kontak kulit ke kulit dan bayi belajar mencari serta mengisap payudara sendiri. Selain menghangatkan bayi, IMD mempererat ikatan antara ibu dan bayi, serta membantu kelancaran produksi ASI.

Kolostrum, ASI pertama yang berharga

Pada hari-hari pertama, payudara Bunda mengeluarkan kolostrum — cairan kekuningan yang jumlahnya sedikit (sekitar 5–10 ml pada hari pertama), namun sangat kaya zat kekebalan tubuh. Jangan dibuang: kolostrum adalah “imunisasi alami” pertama yang melindungi bayi dari penyakit. Seiring seringnya Bunda menyusui, jumlah ASI akan terus bertambah dari hari ke hari.

ASI eksklusif sampai 6 bulan

ASI eksklusif berarti memberi hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan, tanpa tambahan air putih, makanan, minuman, obat, vitamin, atau mineral apa pun, kecuali atas anjuran dokter atau tenaga kesehatan. ASI sudah mencukupi seluruh kebutuhan gizi dan cairan bayi di masa ini.

Beberapa hal yang membantu keberhasilan ASI eksklusif:

  • Susui semau bayi (on demand), tanpa jadwal kaku.
  • Hindari penggunaan botol susu atau dot, yang dapat membuat bayi bingung puting.
  • Temui tenaga kesehatan atau konselor menyusui bila Bunda mengalami kesulitan, seperti puting lecet, ASI terasa kurang, atau bayi sulit melekat.

Memahami pola menyusu bayi

Frekuensi menyusu bayi meningkat sejalan dengan bertambahnya ASI dan ukuran lambungnya yang masih sangat kecil:

  • Hari pertama: lambung bayi sebesar kelereng; bayi menyusu sekitar 8–12 kali dalam 24 jam pertama.
  • Hari ke-2 sampai ke-3: lambung sebesar bola pingpong; frekuensi menyusu meningkat menjadi 10–12 kali.
  • Satu minggu: lambung sebesar telur ayam, dengan frekuensi rata-rata sekitar 8 kali per hari.
  • Satu bulan: lambung sebesar telur bebek, frekuensi rata-rata 8–12 kali per hari.

Karena itu, wajar bila bayi baru lahir sering menyusu. Tetaplah berada di dekat bayi agar Bunda dapat menanggapi tanda lapar — seperti memutar kepala, mengisap jari, atau mengecap mulut — sebelum ia menangis.

Manfaat jangka panjang

Memberi ASI mendukung tumbuh kembang otak bayi, memenuhi gizinya secara lengkap, dan membantu mencegah masalah gizi seperti stunting. ASI juga mempererat kedekatan ibu dan bayi. Setelah 6 bulan, ASI tetap dilanjutkan bersama Makanan Pendamping ASI (MPASI) hingga si kecil berusia 2 tahun atau lebih.

Dukungan membuat perbedaan

Menyusui adalah perjalanan yang dijalani bersama. Dukungan suami dan keluarga — membantu pekerjaan rumah, menyiapkan makanan bergizi untuk Bunda, dan memberi semangat — sangat membantu Bunda bertahan dan menikmati masa menyusui.

Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).

Catat perjalanan si kecil

Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.

Artikel terkait

Pelekatan Menyusui yang Nyaman untuk Ibu dan Bayi
Kehamilan · Menyusui

Pelekatan Menyusui yang Nyaman untuk Ibu dan Bayi

Pelekatan yang tepat membuat menyusui terasa nyaman dan ASI mengalir efektif. Kenali tanda pelekatan yang baik, posisi populer, serta cara mengatasi puting lecet.

2 menit baca

Menyiapkan Diri Menyusui Sejak Masa Kehamilan
Kehamilan · Trimester 3

Menyiapkan Diri Menyusui Sejak Masa Kehamilan

Persiapan menyusui bisa dimulai jauh sebelum bayi lahir. Dari membekali diri dengan pengetahuan hingga menyiapkan dukungan, ini langkah tenang menyambut hari menyusui.

2 menit baca

Keluarga Berencana Setelah Melahirkan
Kehamilan · Keluarga

Keluarga Berencana Setelah Melahirkan

Mengapa keluarga berencana (KB) penting setelah bersalin, pilihan metode kontrasepsi jangka panjang dan non-jangka panjang, serta pilihan yang aman untuk ibu menyusui agar produksi ASI tetap terjaga.

2 menit baca