Pemantauan Pertumbuhan dan KMS di Posyandu
Mengapa menimbang dan mengukur anak setiap bulan itu penting, apa saja yang dipantau lewat grafik pertumbuhan (KMS), dan bagaimana pengukuran LiLA membantu mendeteksi risiko gizi sejak dini.
Menimbang dan mengukur si kecil secara rutin bukan sekadar rutinitas Posyandu — ini adalah cara paling sederhana untuk memastikan pertumbuhan anak berjalan baik. Melalui pemantauan berkala, masalah pertumbuhan dapat dikenali sejak dini, jauh sebelum terlihat dari luar.
Apa yang dipantau setiap bulan
Di Posyandu atau fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan atau kader mengukur beberapa hal secara rutin setiap bulan:
- Berat Badan (BB).
- Panjang Badan atau Tinggi Badan (PB/TB).
- Lingkar Kepala (LK).
- Lingkar Lengan Atas (LiLA) untuk anak usia 6 minggu hingga 59 bulan.
Setiap hasil pengukuran dicatat dan diplot pada grafik pertumbuhan agar polanya dari waktu ke waktu dapat terlihat.
Membaca grafik pertumbuhan (KMS)
Grafik pertumbuhan dalam Buku KIA (dikenal juga sebagai KMS) membantu memantau apakah pertumbuhan anak sesuai usianya. Beberapa grafik yang digunakan antara lain:
- BB/U — berat badan menurut umur.
- PB atau TB/U — panjang atau tinggi badan menurut umur.
- BB/PB atau BB/TB — berat badan menurut panjang atau tinggi badan.
- LK/U — lingkar kepala menurut umur.
Grafik dibedakan untuk anak laki-laki dan perempuan. Yang terpenting bukan hanya satu titik, melainkan arah garis pertumbuhan dari bulan ke bulan — apakah terus naik mengikuti jalur yang sehat.
Coba alat interaktif: Grafik Pertumbuhan KMS (BB/U) untuk memplot berat badan si kecil tiap bulan, melihat arah garis pertumbuhannya pada zona warna KMS, dan menghitung status BB/U-nya berdasarkan standar WHO.
Pengukuran LiLA dan maknanya
Lingkar Lengan Atas (LiLA) diukur di lengan kiri dan bermanfaat untuk menyaring risiko gizi kurang atau gizi buruk:
- Usia 6 minggu – di bawah 6 bulan: LiLA kurang dari 11,0 cm menandakan risiko hambatan tumbuh kembang.
- Usia 6–59 bulan: LiLA kurang dari 12,5 cm menandakan risiko gizi kurang atau gizi buruk.
Bila hasil pengukuran menunjukkan risiko, anak akan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut. Pengukuran LiLA dapat dilakukan kader di Posyandu setiap bulan, dan juga oleh orang tua yang sudah terlatih di rumah.
Mengapa datang rutin itu penting
Datang setiap bulan memungkinkan tenaga kesehatan menangkap perubahan sekecil apa pun. Bila berat badan tidak naik atau garis pertumbuhan mendatar, penanganan bisa segera dilakukan — misalnya dengan memperbaiki pemberian makan atau mencari penyebabnya. Deteksi dini inilah yang membantu mencegah stunting dan masalah gizi lain.
Peran Bunda dalam pemantauan
- Bawa si kecil ke Posyandu setiap bulan untuk ditimbang dan diukur.
- Bawa selalu Buku KIA agar hasil pengukuran tercatat dan grafiknya terisi.
- Perhatikan arah grafik bersama kader, dan tanyakan bila ada yang tidak Bunda mengerti.
- Untuk pemantauan sehari-hari yang lebih rinci, Bunda dapat mencatat perkembangan si kecil di aplikasi Zayyan agar mudah ditinjau kembali.
Pemantauan pertumbuhan yang konsisten memberi Bunda gambaran jelas tentang kesehatan si kecil, sekaligus ketenangan bahwa tumbuh kembangnya berada di jalur yang baik. Bila ada kekhawatiran, jangan ragu berkonsultasi ke Posyandu atau Puskesmas.
Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).
Catat perjalanan si kecil
Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.