Zat Besi untuk Bayi: Memahami Heme dan Non-Heme

Mengapa zat besi jadi prioritas setelah 6 bulan, beda zat besi heme dan non-heme, sumber terbaiknya, serta cara meningkatkan penyerapannya.

Tim Zayyan 2 menit baca Bayi · 6 Bulan
Zat Besi untuk Bayi: Memahami Heme dan Non-Heme

Zat besi adalah salah satu alasan utama mengapa MPASI perlu dimulai tepat pada usia 6 bulan. Sejak dalam kandungan, bayi menyimpan cadangan zat besi dari ibunya, tetapi cadangan itu mulai menipis sekitar usia 6 bulan. Sementara itu, ASI — meski sangat baik — kandungan zat besinya tidak lagi mencukupi kebutuhan yang meningkat. Kekurangan zat besi berkaitan dengan anemia dan dapat memengaruhi perkembangan otak, sehingga pemenuhannya menjadi prioritas.

Dua jenis zat besi

Tidak semua zat besi diserap tubuh dengan sama baiknya. Ada dua bentuk:

  • Zat besi heme — berasal dari sumber hewani seperti hati, daging merah, ayam, dan ikan. Bentuk ini paling mudah diserap tubuh.
  • Zat besi non-heme — berasal dari sumber nabati seperti bayam, brokoli, kacang-kacangan, dan tahu-tempe. Bermanfaat, tetapi penyerapannya lebih rendah.

Karena itulah protein hewani sangat dianjurkan hadir dalam MPASI setiap hari, bukan digantikan sepenuhnya oleh sayuran.

Meningkatkan penyerapan

Bunda bisa membantu tubuh si kecil menyerap zat besi lebih optimal dengan beberapa cara sederhana:

  • Padukan dengan vitamin C. Sajikan sumber zat besi bersama buah atau sayur kaya vitamin C seperti tomat, jeruk, atau brokoli.
  • Kombinasikan heme dan non-heme. Menambahkan sedikit daging atau hati pada masakan sayur turut meningkatkan penyerapan zat besi nabati di dalamnya.
  • Hindari teh dan kopi saat makan. Keduanya mengandung senyawa yang menghambat penyerapan zat besi — dan memang tidak dianjurkan untuk bayi.

Catatan tentang hati

Hati ayam dan hati sapi adalah sumber zat besi sekaligus vitamin A yang sangat kaya. Karena kandungan vitamin A-nya tinggi, hati sebaiknya diberikan secukupnya — sekitar 2–3 kali seminggu — dan diselingi sumber zat besi lain seperti daging, telur, dan ikan.

Dengan menghadirkan protein hewani secara rutin dan sedikit trik penyerapan di atas, kebutuhan zat besi si kecil dapat terpenuhi dari makanan sehari-hari. Bila Bunda khawatir tentang tanda anemia seperti pucat, lemas, atau berat badan sulit naik, konsultasikan ke dokter anak.

Prinsip gizi pada artikel ini mengacu pada panduan umum kesehatan masyarakat WHO dan IDAI.

Catat perjalanan si kecil

Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.

Artikel terkait

Lemak Sehat: Nutrisi Penting untuk Otak Bayi
Bayi · 6 Bulan

Lemak Sehat: Nutrisi Penting untuk Otak Bayi

Mengapa lemak tidak dibatasi pada anak di bawah 2 tahun, perannya bagi perkembangan otak, dan sumber lemak sehat yang mudah ditambahkan ke MPASI.

1 menit baca

Komposisi Gizi Seimbang dalam Satu Porsi MPASI
Bayi · 6 Bulan

Komposisi Gizi Seimbang dalam Satu Porsi MPASI

Cara menyusun MPASI bergizi seimbang: proporsi karbohidrat, protein, dan lemak dalam satu porsi, serta mengapa protein hewani perlu diutamakan.

1 menit baca

Porsi dan Jadwal MPASI Sesuai Usia Bayi
Bayi · 6 Bulan

Porsi dan Jadwal MPASI Sesuai Usia Bayi

Panduan praktis frekuensi makan, perkiraan jumlah, dan tekstur MPASI dari usia 6–8, 9–11, hingga 12–23 bulan mengikuti rekomendasi WHO dan IDAI.

2 menit baca