Perawatan Masa Nifas dan Tanda Bahayanya

Masa nifas adalah waktu pemulihan ibu setelah melahirkan. Kenali perawatan yang dianjurkan, jadwal kunjungan setelah bersalin, tanda bahaya nifas, serta kebiasaan lama yang sebaiknya dihindari.

Tim Zayyan 2 menit baca Kehamilan · Keluarga
Perawatan Masa Nifas dan Tanda Bahayanya

Setelah melahirkan, tubuh Bunda memasuki masa pemulihan yang disebut masa nifas, berlangsung hingga sekitar 42 hari. Pada masa ini terjadi banyak perubahan fisik, hormonal, dan emosional. Perawatan yang baik dan pemantauan yang teratur membantu Bunda pulih dengan sehat sambil merawat si kecil.

Kunjungan setelah melahirkan

Ibu dan bayi dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan paling sedikit empat kali pada masa nifas:

  • 6–48 jam setelah melahirkan.
  • 3–7 hari setelah melahirkan.
  • 8–28 hari setelah melahirkan.
  • 29–42 hari setelah melahirkan (kunjungan untuk ibu).

Kunjungan ini bertujuan memantau kesehatan Bunda, memeriksa kemungkinan infeksi atau perdarahan, serta memastikan proses menyusui berjalan lancar.

Perawatan yang dianjurkan

Selama masa pemulihan, beberapa hal berikut membantu Bunda tetap sehat dan bertenaga:

  • Konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk mencegah anemia setelah melahirkan.
  • Makan lebih banyak dan lebih sering, terdiri dari tiga kali makan utama dan satu hingga dua kali kudapan, dengan menu beragam: makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah, serta cukup minum.
  • Istirahat cukup dan minta keluarga berbagi peran mengasuh bayi.
  • Segera menemui tenaga kesehatan atau konselor menyusui bila mengalami kesulitan menyusui.

Dukungan suami dan keluarga sangat berarti — membantu merawat bayi, memijat punggung dengan lembut, atau sekadar menemani, semuanya meringankan masa pemulihan Bunda.

Tanda bahaya masa nifas

Kematian ibu paling banyak justru terjadi pada masa setelah melahirkan, sehingga tanda bahaya nifas perlu dikenali dengan baik. Segera bawa Bunda ke Puskesmas atau rumah sakit bila muncul salah satu tanda berikut:

  • Demam lebih dari dua hari.
  • Perdarahan lewat jalan lahir.
  • Keluar cairan berbau dari jalan lahir.
  • Payudara bengkak, merah, disertai rasa sakit.
  • Nyeri ulu hati, mual muntah, sakit kepala, pandangan kabur, atau kejang, dengan atau tanpa bengkak pada kaki, tangan, dan wajah.
  • Ibu terlihat sedih, murung, dan menangis tanpa sebab — ini bisa menjadi tanda depresi setelah melahirkan.

Memperhatikan kesehatan jiwa

Perubahan suasana hati wajar terjadi setelah melahirkan. Namun bila dalam dua minggu atau lebih Bunda merasa mudah murung, sedih berkepanjangan, sulit tidur, atau muncul gejala gangguan jiwa lainnya, segera periksakan diri. Dukungan keluarga, kesempatan beristirahat, dan ruang untuk membicarakan perasaan sangat membantu pemulihan.

Kebiasaan lama yang sebaiknya dihindari

Beberapa kebiasaan yang beredar di masyarakat justru dapat membahayakan dan sebaiknya ditinggalkan:

  • Membersihkan payudara dengan alkohol, obat merah, atau sabun, karena zatnya bisa terminum bayi.
  • Membuang ASI pertama (kolostrum) yang justru sangat berguna untuk kekebalan tubuh bayi.
  • Mengikat perut terlalu kencang.
  • Menempelkan daun-daunan pada kemaluan karena dapat menimbulkan infeksi.

Dengan perawatan yang tepat, pemantauan teratur, dan dukungan keluarga, masa nifas dapat dijalani sebagai waktu pemulihan yang menenangkan bagi Bunda dan si kecil.

Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).

Catat perjalanan si kecil

Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.

Artikel terkait

Keluarga Berencana Setelah Melahirkan
Kehamilan · Keluarga

Keluarga Berencana Setelah Melahirkan

Mengapa keluarga berencana (KB) penting setelah bersalin, pilihan metode kontrasepsi jangka panjang dan non-jangka panjang, serta pilihan yang aman untuk ibu menyusui agar produksi ASI tetap terjaga.

2 menit baca

Persiapan Persalinan dengan P4K
Kehamilan · Trimester 3

Persiapan Persalinan dengan P4K

Menyambut hari kelahiran dengan tenang lewat Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K): dari menentukan tempat bersalin, penolong, pendonor darah, hingga dana dan transportasi.

2 menit baca

Gizi dan Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil
Kehamilan · Trimester 1

Gizi dan Tablet Tambah Darah untuk Ibu Hamil

Panduan memenuhi gizi selama kehamilan dan cara minum tablet tambah darah (TTD) yang benar agar penyerapannya maksimal — termasuk makanan yang membantu dan yang sebaiknya dihindari saat minum TTD.

2 menit baca