Pemeriksaan Kehamilan dan Jadwal ANC yang Perlu Bunda Tahu
Panduan kunjungan pemeriksaan kehamilan (ANC) sesuai Buku KIA: minimal enam kali kunjungan dan dua kali USG, apa saja yang diperiksa, dan mengapa jadwal ini penting untuk ibu dan janin.
Memeriksakan kehamilan secara rutin adalah salah satu cara terbaik menjaga kesehatan Bunda dan si kecil di dalam kandungan. Melalui pemeriksaan berkala, tenaga kesehatan dapat memantau pertumbuhan janin, mengenali masalah sejak dini, dan membantu Bunda menjalani kehamilan dengan lebih tenang.
Berapa kali sebaiknya memeriksakan kehamilan?
Panduan kesehatan ibu dan anak menganjurkan minimal enam kali kunjungan selama kehamilan, dengan setidaknya dua kali pemeriksaan USG oleh dokter. Kunjungan ini dibagi menurut usia kehamilan:
- Trimester 1 (usia kehamilan sampai 12 minggu): minimal satu kali kunjungan. Pada kunjungan pertama ini biasanya dilakukan USG oleh dokter untuk memastikan usia kehamilan dan kondisi awal.
- Trimester 2 (13–28 minggu): minimal satu kali kunjungan untuk memantau pertumbuhan janin dan kesehatan Bunda.
- Trimester 3 (di atas 28 minggu): minimal tiga kali kunjungan, termasuk sekali USG oleh dokter, untuk mempersiapkan persalinan.
Jika Bunda ingin memperkirakan kapan setiap kunjungan sebaiknya dilakukan, coba Kalkulator & Jadwal Kehamilan untuk menghitung usia kehamilan dan trimester dari hari pertama haid terakhir.
Apa saja yang diperiksa setiap kunjungan?
Pada setiap kunjungan, tenaga kesehatan umumnya melakukan pemeriksaan menyeluruh, antara lain:
- Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan.
- Mengukur tekanan darah.
- Mengukur lingkar lengan atas (LiLA) untuk menilai status gizi.
- Mengukur tinggi rahim untuk memantau pertumbuhan janin.
- Memeriksa posisi bayi dan mendengar denyut jantung janin.
- Memberi tablet tambah darah (TTD) atau multivitamin.
- Menyaring status imunisasi tetanus (Td).
- Menyaring kesehatan jiwa dan menawarkan konseling.
- Melakukan tes laboratorium, seperti kadar hemoglobin, golongan darah, protein urine, gula darah, serta pemeriksaan untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B pada bayi.
Mengapa rutin memeriksakan kehamilan begitu penting
Banyak kondisi pada kehamilan tidak menimbulkan keluhan di awal, sehingga hanya dapat dikenali melalui pemeriksaan. Dengan datang teratur, Bunda memberi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk menemukan dan menangani masalah sebelum berkembang menjadi serius. Kunjungan rutin juga membantu memastikan gizi Bunda tercukupi dan tumbuh kembang janin berjalan baik.
Menyiapkan diri sebelum kunjungan
Agar setiap kunjungan bermanfaat maksimal, bawalah selalu Buku KIA agar setiap hasil pemeriksaan tercatat. Tuliskan pertanyaan yang ingin Bunda tanyakan, seperti keluhan yang dirasakan, makanan yang aman, atau tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Ajak suami atau anggota keluarga untuk ikut mendampingi bila memungkinkan — dukungan mereka membuat perjalanan kehamilan terasa lebih ringan.
Bila di antara jadwal kunjungan Bunda merasakan keluhan yang mengkhawatirkan, jangan menunggu jadwal berikutnya. Segera hubungi bidan, dokter, atau datang ke Puskesmas terdekat.
Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).
Catat perjalanan si kecil
Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.