Merawat Gigi Anak Sejak Dini
Panduan merawat gigi anak sejak bayi hingga balita: cara membersihkan gusi dan gigi susu, takaran pasta gigi sesuai usia, faktor risiko gigi berlubang, dan kebiasaan yang perlu dihindari.
Gigi yang sehat membantu anak makan dengan nyaman, berbicara dengan jelas, dan tumbuh percaya diri. Merawat gigi sebaiknya dimulai jauh sebelum gigi pertama muncul — yaitu sejak bayi — dan berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari saat si kecil beranjak balita.
Membersihkan mulut bayi sebelum gigi tumbuh
Perawatan mulut bisa dimulai sejak bayi, disesuaikan dengan usianya:
- Usia 0–5 bulan: gendong atau pangku anak, lalu bersihkan gusinya secara perlahan menggunakan kain atau lap basah yang dilingkarkan pada jari telunjuk.
- Usia 6–12 bulan: bersihkan gusi setelah anak diberi makan dengan kain atau lap basah. Bila gigi susu mulai muncul, bersihkan dengan sikat gigi anak berbulu halus, tanpa pasta gigi atau dengan pasta gigi selapis tipis pada permukaan bulu sikat.
Menyikat gigi anak balita
Ketika gigi anak makin banyak, ajari ia menyikat gigi sebagai kebiasaan menyenangkan:
- Mulai ajari anak menyikat gigi di depan cermin, secara teratur selama sekitar 2 menit.
- Dampingi anak menggosok gigi hingga ia berusia sekitar 8 tahun, karena kemampuan menyikat dengan bersih belum sempurna di usia dini.
- Untuk anak usia 2–6 tahun, gunakan pasta gigi seukuran satu biji kacang polong.
- Biasakan menyikat gigi sebelum tidur, saat sisa makanan paling berisiko merusak gigi.
Faktor risiko gigi berlubang
Gigi berlubang pada anak sering dipicu kebiasaan sehari-hari. Waspadai faktor-faktor berikut:
- Meminum susu botol saat tidur malam.
- Mengemil makanan manis di antara waktu makan.
- Tidak menyikat gigi sebelum tidur.
- Kebiasaan mengemut makanan.
Kebiasaan yang perlu dihindari
Untuk mengurangi risiko gigi berlubang, hindari beberapa kebiasaan ini:
- Jangan membiasakan anak minum susu dengan botol sambil tiduran.
- Jangan membiarkan anak mengemut makanan.
- Hindari makanan manis yang lengket di antara waktu makan.
- Kurangi kebiasaan mengisap ibu jari atau dot (mengempeng) yang berlangsung terus-menerus.
Memantau pertumbuhan gigi
Perhatikan pertumbuhan gigi si kecil. Umumnya gigi susu mulai muncul pada masa bayi, dan menjelang usia 24 bulan gigi sudah lebih lengkap. Bila ada keluhan seperti gigi berlubang, gusi bengkak, atau gigi yang tak kunjung tumbuh, konsultasikan ke tenaga kesehatan atau dokter gigi.
Menjadikan perawatan gigi menyenangkan
Anak lebih mudah terbiasa bila perawatan gigi terasa menyenangkan. Sikat gigi bersama-sama, biarkan anak memilih sikat gigi kesukaannya, dan berikan pujian saat ia mau menyikat gigi. Rutinitas kecil yang konsisten ini menjadi bekal kesehatan gigi hingga ia dewasa.
Menjaga gigi anak adalah bagian dari menjaga kesehatannya secara menyeluruh — sederhana, namun manfaatnya bertahan sepanjang hidup.
Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).
Catat perjalanan si kecil
Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.