Merawat Gigi Anak Sejak Dini

Panduan merawat gigi anak sejak bayi hingga balita: cara membersihkan gusi dan gigi susu, takaran pasta gigi sesuai usia, faktor risiko gigi berlubang, dan kebiasaan yang perlu dihindari.

Tim Zayyan 2 menit baca Anak · 2 Tahun
Merawat Gigi Anak Sejak Dini

Gigi yang sehat membantu anak makan dengan nyaman, berbicara dengan jelas, dan tumbuh percaya diri. Merawat gigi sebaiknya dimulai jauh sebelum gigi pertama muncul — yaitu sejak bayi — dan berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari saat si kecil beranjak balita.

Membersihkan mulut bayi sebelum gigi tumbuh

Perawatan mulut bisa dimulai sejak bayi, disesuaikan dengan usianya:

  • Usia 0–5 bulan: gendong atau pangku anak, lalu bersihkan gusinya secara perlahan menggunakan kain atau lap basah yang dilingkarkan pada jari telunjuk.
  • Usia 6–12 bulan: bersihkan gusi setelah anak diberi makan dengan kain atau lap basah. Bila gigi susu mulai muncul, bersihkan dengan sikat gigi anak berbulu halus, tanpa pasta gigi atau dengan pasta gigi selapis tipis pada permukaan bulu sikat.

Menyikat gigi anak balita

Ketika gigi anak makin banyak, ajari ia menyikat gigi sebagai kebiasaan menyenangkan:

  • Mulai ajari anak menyikat gigi di depan cermin, secara teratur selama sekitar 2 menit.
  • Dampingi anak menggosok gigi hingga ia berusia sekitar 8 tahun, karena kemampuan menyikat dengan bersih belum sempurna di usia dini.
  • Untuk anak usia 2–6 tahun, gunakan pasta gigi seukuran satu biji kacang polong.
  • Biasakan menyikat gigi sebelum tidur, saat sisa makanan paling berisiko merusak gigi.

Faktor risiko gigi berlubang

Gigi berlubang pada anak sering dipicu kebiasaan sehari-hari. Waspadai faktor-faktor berikut:

  • Meminum susu botol saat tidur malam.
  • Mengemil makanan manis di antara waktu makan.
  • Tidak menyikat gigi sebelum tidur.
  • Kebiasaan mengemut makanan.

Kebiasaan yang perlu dihindari

Untuk mengurangi risiko gigi berlubang, hindari beberapa kebiasaan ini:

  • Jangan membiasakan anak minum susu dengan botol sambil tiduran.
  • Jangan membiarkan anak mengemut makanan.
  • Hindari makanan manis yang lengket di antara waktu makan.
  • Kurangi kebiasaan mengisap ibu jari atau dot (mengempeng) yang berlangsung terus-menerus.

Memantau pertumbuhan gigi

Perhatikan pertumbuhan gigi si kecil. Umumnya gigi susu mulai muncul pada masa bayi, dan menjelang usia 24 bulan gigi sudah lebih lengkap. Bila ada keluhan seperti gigi berlubang, gusi bengkak, atau gigi yang tak kunjung tumbuh, konsultasikan ke tenaga kesehatan atau dokter gigi.

Menjadikan perawatan gigi menyenangkan

Anak lebih mudah terbiasa bila perawatan gigi terasa menyenangkan. Sikat gigi bersama-sama, biarkan anak memilih sikat gigi kesukaannya, dan berikan pujian saat ia mau menyikat gigi. Rutinitas kecil yang konsisten ini menjadi bekal kesehatan gigi hingga ia dewasa.

Menjaga gigi anak adalah bagian dari menjaga kesehatannya secara menyeluruh — sederhana, namun manfaatnya bertahan sepanjang hidup.

Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).

Catat perjalanan si kecil

Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.

Artikel terkait

Menstimulasi Kemampuan Bicara Balita
Anak · 2 Tahun

Menstimulasi Kemampuan Bicara Balita

Kemampuan bicara berkembang lewat interaksi sehari-hari. Ini cara sederhana memperkaya kosakata balita melalui obrolan, membaca, dan bermain bersama.

2 menit baca

Menghadapi Anak Susah Makan (Picky Eater)
Anak · 2 Tahun

Menghadapi Anak Susah Makan (Picky Eater)

Fase pilih-pilih makanan sangat umum pada balita. Ini strategi lembut membangun kebiasaan makan sehat tanpa drama, memaksa, atau menjadikan makan sebuah pertempuran.

2 menit baca

Penyakit Umum Anak dan Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan
Anak · 3 Tahun

Penyakit Umum Anak dan Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan

Panduan tenang menghadapi demam, diare, dan batuk pada anak: perawatan sederhana di rumah, cara menjaga gizi saat anak sakit, dan tanda-tanda yang mengharuskan segera ke fasilitas kesehatan.

2 menit baca