Penyakit Umum Anak dan Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan
Panduan tenang menghadapi demam, diare, dan batuk pada anak: perawatan sederhana di rumah, cara menjaga gizi saat anak sakit, dan tanda-tanda yang mengharuskan segera ke fasilitas kesehatan.
Setiap orang tua pasti khawatir ketika anaknya jatuh sakit. Namun, banyak penyakit umum pada anak dapat dirawat di rumah dengan tenang, asalkan Bunda tahu langkah yang tepat dan mengenali kapan si kecil perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Kuncinya adalah tetap tenang dan memastikan kebutuhan gizi serta cairan anak tetap terpenuhi.
Menjaga gizi saat anak sakit
Saat sakit, daya tahan tubuh anak melemah dan ia membutuhkan lebih banyak zat gizi untuk pulih. Karena itu:
- Beri asupan lebih sering dari biasanya, misalnya menambah 1–2 kali makan, dengan porsi yang tidak membuat anak terlalu kenyang.
- Tambah variasi dan porsi ASI atau makanan-minuman untuk menambah asupan gizinya.
- Bila anak masih menyusu, teruskan pemberian ASI sesering mungkin.
Demam
Demam adalah cara tubuh melawan infeksi. Yang bisa Bunda lakukan:
- Bila masih menyusu, berikan ASI lebih sering; beri minum lebih sering dan lebih banyak.
- Jangan menyelimuti atau memberi baju tebal.
- Kompres dengan air biasa atau air hangat — jangan air dingin, karena anak bisa menggigil.
- Bila demam tinggi, beri obat penurun panas sesuai dosis.
- Di daerah endemis malaria, balita sebaiknya tidur di dalam kelambu berinsektisida.
Segera ke fasilitas kesehatan jika: demam disertai kejang; demam tidak turun dalam 2 hari setelah diberi penurun panas; atau demam disertai bintik-bintik merah, perdarahan di hidung, atau buang air besar berwarna hitam.
Diare (mencret)
Kehilangan cairan adalah bahaya utama pada diare. Langkah yang dianjurkan:
- Bila anak masih menyusu, terus berikan ASI sesering mungkin.
- Berikan segera ½–1 gelas cairan oralit setiap kali anak buang air besar. Bila tidak ada oralit, beri air matang, kuah sayur bening, atau air tajin.
- Berikan zinc setiap hari selama 10 hari berturut-turut: anak di bawah 6 bulan 1 kali ½ tablet, anak 6 bulan–5 tahun 1 kali 1 tablet.
- Tetap beri MPASI atau makan seperti biasa.
- Jangan memberi obat apa pun kecuali dari petugas kesehatan.
Segera ke fasilitas kesehatan jika: timbul demam; ada darah dalam tinja; diare makin parah; muntah terus-menerus; anak terlihat sangat haus; anak tidak mau makan dan minum; atau diare berulang-ulang.
Batuk
Batuk umum terjadi pada anak. Perhatikan pola napasnya dan pastikan anak cukup istirahat serta minum. Bila batuk disertai sesak napas, napas cepat, atau anak tampak sangat lemas, segera bawa ke fasilitas kesehatan.
Tetap tenang dan percaya diri
Merawat anak yang sakit menuntut kesabaran. Dengan menjaga cairan dan gizinya, memberi kenyamanan, serta mengenali tanda bahaya, Bunda sudah melakukan bagian terpenting. Bila ragu terhadap kondisi si kecil, jangan menunda untuk memeriksakannya ke Posyandu, Puskesmas, atau dokter — lebih baik memeriksa lebih awal daripada terlambat.
Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).
Catat perjalanan si kecil
Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.