Memahami Jadwal Imunisasi Dasar Bayi di Tahun Pertama
Imunisasi dasar melindungi si kecil dari berbagai penyakit serius. Kenali gambaran umum jadwal imunisasi di tahun pertama dan cara membuat bayi lebih nyaman.
Imunisasi adalah salah satu cara paling efektif melindungi si kecil dari penyakit yang berpotensi berbahaya. Di tahun pertama, bayi menerima beberapa imunisasi dasar yang membantu tubuhnya membentuk kekebalan. Mengenali gambaran umumnya membuat Bunda lebih siap dan tenang menjelang setiap kunjungan.
Mengapa imunisasi penting sejak dini
Sistem kekebalan bayi masih berkembang, sehingga ia lebih rentan terhadap infeksi tertentu. Imunisasi bekerja dengan “mengenalkan” tubuh pada bentuk penyakit yang telah dilemahkan, sehingga tubuh belajar melindunginya sebelum terpapar penyakit yang sebenarnya. Memberikannya tepat waktu memberi perlindungan pada saat bayi paling membutuhkannya.
Jadwal imunisasi rutin sesuai Buku KIA
Mengacu pada Buku KIA (Kemenkes 2024), imunisasi rutin bayi dan baduta dijadwalkan menurut usia berikut:
- 0–24 jam (lahir): HB0 (Hepatitis B) — mencegah hepatitis B dan kanker hati.
- 1 bulan: BCG dan OPV1 (Polio tetes 1) — mencegah TBC dan polio.
- 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, OPV2, PCV1, dan RV1 (Rotavirus 1) — mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, meningitis, pneumonia, dan diare.
- 3 bulan: DPT-HB-Hib 2, OPV3, PCV2, dan RV2.
- 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, OPV4, IPV1 (Polio suntik 1), dan RV3.
- 9 bulan: Campak-Rubela (MR) 1 dan IPV2 (Polio suntik 2) — mencegah campak, rubela, dan polio.
- 10 bulan: JE (Japanese Encephalitis) — hanya untuk bayi di daerah endemis.
- 12 bulan: PCV3 — mencegah pneumonia.
- 18 bulan: DPT-HB-Hib 4 dan Campak-Rubela (MR) 2 sebagai imunisasi lanjutan.
Untuk melihat perkiraan tanggal jatuh tempo tiap imunisasi berdasarkan tanggal lahir si kecil, Bunda bisa membuka Jadwal Imunisasi Bayi. Karena detail dapat menyesuaikan jenis vaksin dan program setempat, mintalah jadwal lengkap dari bidan, dokter, atau Posyandu, dan bawa selalu Buku KIA setiap kunjungan.
Membuat bayi lebih nyaman
Suntikan memang tidak menyenangkan, tetapi Bunda bisa membantu:
- Susui atau dekap bayi sesaat sebelum dan sesudah suntikan untuk menenangkannya.
- Kenakan pakaian yang mudah dibuka di bagian paha atau lengan.
- Peluk dan ajak bicara dengan suara lembut.
Menyimpan catatan imunisasi
Setiap imunisasi yang diberikan sebaiknya dicatat dalam buku kesehatan anak (misalnya buku KIA). Catatan ini penting untuk memantau kelengkapan, mengetahui jadwal berikutnya, dan menjadi rujukan saat mendaftar sekolah atau bepergian. Bawa selalu buku ini setiap kali berkunjung, dan pastikan petugas mengisinya dengan lengkap. Bila ada jadwal yang terlewat karena bayi sakit atau alasan lain, jangan cemas — tenaga medis dapat membantu menyusun jadwal susulan tanpa harus mengulang dari awal.
Setelah imunisasi
Beberapa reaksi ringan wajar terjadi, seperti rewel, demam ringan, atau kemerahan di bekas suntikan. Ini biasanya mereda dalam 1–2 hari. Kompres hangat dan lebih sering menyusui dapat membantu. Tanyakan kepada tenaga medis mengenai penurun demam bila diperlukan, beserta dosis yang tepat sesuai berat badan bayi.
Segera hubungi tenaga medis bila bayi mengalami demam tinggi yang tidak turun, menangis terus-menerus tanpa henti, tampak sangat lemas, atau muncul reaksi yang tidak biasa. Reaksi berat sangat jarang terjadi, namun mengenali tandanya membuat Bunda bisa bertindak cepat.
Jika bayi sedang sakit berat atau memiliki kondisi kesehatan khusus, diskusikan dengan tenaga medis apakah jadwal imunisasi perlu disesuaikan. Bila ada jadwal yang terlewat, imunisasi tetap dapat dilengkapi melalui imunisasi kejar tanpa harus mengulang dari awal.
Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).
Catat perjalanan si kecil
Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.