Keamanan dan Higiene Makanan Bayi Selama MPASI
Sistem pencernaan bayi masih rentan. Terapkan langkah higiene MPASI yang tepat: cuci tangan, alat bersih, penyimpanan aman, hindari madu sebelum 1 tahun, serta batasi garam dan gula.
MPASI yang bergizi tidak akan berarti banyak bila makanan justru menjadi sumber penyakit. Diare pada bayi sering berawal dari kebersihan yang kurang saat menyiapkan makanan. Karena itu, WHO dan IDAI menempatkan keamanan dan higiene sebagai salah satu pilar utama MPASI. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa Bunda terapkan setiap hari.
Cuci tangan dengan benar
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi, serta setelah mengganti popok. Bersihkan pula tangan si kecil sebelum ia makan, terutama bila ia belajar menyuap sendiri. Langkah sederhana ini adalah pencegah infeksi yang paling efektif.
Jaga kebersihan alat dan bahan
Gunakan talenan, pisau, mangkuk, dan sendok yang bersih. Pisahkan talenan untuk bahan mentah, terutama daging dan ikan, dari bahan yang siap santap agar tidak terjadi kontaminasi silang. Cuci sayur dan buah di bawah air mengalir. Masak protein hewani hingga benar-benar matang, tidak ada bagian yang masih merah, karena bagian setengah matang berisiko mengandung bakteri.
Sajikan segar, simpan dengan aman
Makanan bayi paling baik disajikan segar. Bila ada sisa yang ingin disimpan:
- Dinginkan segera dan simpan dalam wadah tertutup di lemari es, umumnya aman hingga sekitar 24 jam.
- Untuk penyimpanan lebih lama, bekukan dalam porsi kecil dan beri tanggal.
- Panaskan kembali hingga hangat merata, lalu aduk dan uji suhunya sebelum disuapkan.
- Jangan membekukan ulang makanan yang sudah dicairkan, dan buang sisa makanan dari mangkuk yang sudah tercampur air liur bayi.
Hindari madu sebelum usia 1 tahun
Madu dapat mengandung spora bakteri penyebab botulisme yang berbahaya bagi bayi. Karena itu, jangan berikan madu dalam bentuk apa pun sebelum si kecil berusia 1 tahun, termasuk sebagai pemanis atau campuran makanan.
Batasi garam dan gula
Ginjal bayi belum mampu mengolah garam berlebih, dan gula tambahan hanya memberi kalori kosong sekaligus membentuk kebiasaan menyukai rasa manis. Sajikan makanan tanpa tambahan garam dan gula. Rasa alami dari bahan seperti wortel, labu, atau kaldu buatan sendiri sudah cukup lezat bagi lidah si kecil.
Air dan susu yang aman
Gunakan air matang untuk mengencerkan makanan atau membuat kaldu. Hindari memberi susu sapi sebagai minuman utama sebelum usia 1 tahun. ASI tetap menjadi minuman utama, dilanjutkan hingga usia 2 tahun.
Kenali tanda makanan tak layak
Buang makanan yang berbau asam, berubah warna, atau sudah lama dibiarkan pada suhu ruang. Sebagai patokan, makanan matang sebaiknya tidak dibiarkan lebih dari dua jam di suhu ruang. Bila ragu, lebih baik tidak diberikan. Bayi jauh lebih rentan terhadap keracunan makanan dibanding orang dewasa.
Dengan menjadikan higiene sebagai kebiasaan, Bunda melindungi si kecil sekaligus memastikan gizi dari MPASI benar-benar terserap. Untuk memperkirakan porsi sesuai usia, lihat Panduan MPASI. Bila bayi mengalami diare, muntah berulang, atau demam setelah makan, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Prinsip keamanan pangan pada artikel ini mengacu pada panduan umum kesehatan masyarakat WHO dan IDAI.
Catat perjalanan si kecil
Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.