Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi Kecil

Perawatan Metode Kanguru (PMK) membantu menjaga kehangatan dan meningkatkan asupan ASI bayi kecil atau prematur lewat kontak kulit ke kulit. Kenali cara, manfaat, dan peran ayah dalam PMK.

Tim Zayyan 2 menit baca Bayi · 1 Bulan
Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi Kecil

Bayi yang lahir kecil atau prematur membutuhkan perhatian ekstra untuk menjaga suhu tubuh dan mendukung pertumbuhannya. Salah satu cara sederhana namun sangat bermanfaat adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK) — merawat bayi dengan kontak kulit ke kulit, meniru cara kanguru menghangatkan anaknya.

Untuk siapa PMK dianjurkan

PMK terutama ditujukan bagi:

  • Bayi prematur (lahir kurang dari 37 minggu).
  • Bayi berat lahir rendah (kurang dari 2.500 gram).

Bayi kecil biasanya dirawat di Puskesmas, rumah sakit, atau klinik bersalin hingga kondisinya stabil dan diperbolehkan pulang. Setelah itu, Bunda dan keluarga dapat melanjutkan PMK di rumah untuk terus menjaga kehangatan dan meningkatkan asupan ASI si kecil.

Cara melakukan PMK

Inti dari metode kanguru adalah kontak kulit ke kulit yang nyaman dan aman:

  • Letakkan bayi dalam posisi tegak menempel di dada Bunda, kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit Bunda.
  • Posisikan kepala bayi sedikit menoleh ke samping agar jalan napasnya lega, dengan posisi seperti katak — kaki menekuk.
  • Kenakan pakaian atau kain yang menopang bayi agar tetap aman menempel, lalu selimuti bagian luar agar hangat.
  • PMK dapat dilakukan saat Bunda beristirahat, tidur setengah duduk, maupun sambil beraktivitas ringan.

Peran ayah dan keluarga

PMK bukan hanya tugas ibu. Ayah dapat bergantian melakukan perawatan metode kanguru, begitu pula anggota keluarga lain yang sehat. Bergantian ini memberi Bunda kesempatan beristirahat, sekaligus mempererat ikatan ayah dengan si kecil.

Manfaat perawatan metode kanguru

Kontak kulit ke kulit memberi banyak manfaat bagi bayi kecil:

  • Menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat dan stabil.
  • Meningkatkan asupan dan produksi ASI, karena bayi lebih dekat dengan payudara dan lebih sering menyusu.
  • Menstabilkan detak jantung dan pernapasan bayi.
  • Mempererat ikatan antara bayi dengan orang tua, memberi rasa aman dan tenang.

Tetap pantau tanda bahaya

Meski PMK sangat bermanfaat, Bunda tetap perlu waspada terhadap tanda bahaya pada bayi baru lahir, seperti demam, tubuh teraba dingin, sesak napas, kejang, malas menyusu, atau kulit dan mata yang menguning. Bila muncul salah satu tanda tersebut, segera bawa bayi ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Lanjutkan juga pemeriksaan rutin bayi dan penimbangan berat badan di Posyandu, agar pertumbuhan si kecil terpantau dan Bunda tahu bahwa metode kanguru berjalan dengan baik.

Kesabaran yang berbuah

Merawat bayi kecil memang membutuhkan kesabaran ekstra, tetapi kehangatan dekapan Bunda dan ayah adalah salah satu “obat” terbaik untuknya. Dengan PMK yang telaten, banyak bayi kecil tumbuh mengejar ketertinggalannya dan berkembang sehat.

Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).

Catat perjalanan si kecil

Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.

Artikel terkait

Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
Bayi · 1 Bulan

Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Satu bulan pertama kehidupan adalah masa paling rentan. Kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir, jadwal pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan, dan langkah menjaga bayi tetap sehat dan hangat.

2 menit baca

Merawat Bayi Baru Lahir di Bulan Pertama
Bayi · 1 Bulan

Merawat Bayi Baru Lahir di Bulan Pertama

Bulan pertama adalah masa adaptasi bagi bayi dan orang tua. Panduan lembut merawat tali pusat, memandikan, mengenali pola menyusu, dan menjaga kewarasan Bunda.

2 menit baca

Keamanan dan Higiene Makanan Bayi Selama MPASI
Bayi · 6 Bulan

Keamanan dan Higiene Makanan Bayi Selama MPASI

Sistem pencernaan bayi masih rentan. Terapkan langkah higiene MPASI yang tepat: cuci tangan, alat bersih, penyimpanan aman, hindari madu sebelum 1 tahun, serta batasi garam dan gula.

2 menit baca