Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
Satu bulan pertama kehidupan adalah masa paling rentan. Kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir, jadwal pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan, dan langkah menjaga bayi tetap sehat dan hangat.
Satu bulan pertama kehidupan (usia 0–28 hari) merupakan masa yang sangat penting sekaligus paling rentan bagi bayi. Pada masa ini, bayi beradaptasi dengan cepat dari lingkungan yang terlindungi di dalam rahim ke dunia luar. Mengenali tanda bahaya sejak awal membantu Bunda dan keluarga bertindak cepat bila si kecil membutuhkan pertolongan.
Tanda bahaya yang harus diwaspadai
Segera periksakan bayi ke bidan, dokter, atau perawat bila muncul salah satu tanda berikut:
- Demam atau panas tinggi (lebih dari 38,5°C).
- Tubuh teraba dingin (kurang dari 36,5°C).
- Kejang.
- Sesak napas.
- Lemah atau tidak seaktif biasanya.
- Menangis atau merintih terus-menerus.
- Muntah-muntah.
- Diare.
- Kulit dan mata kuning.
Tanda-tanda ini bisa menandakan infeksi atau masalah kesehatan lain yang perlu penanganan segera. Jangan menunggu — semakin cepat bayi diperiksa, semakin baik peluang penanganannya.
Perhatikan warna mata dan tinja
Perhatikan warna tinja bayi setiap hari hingga usia 4 bulan. Bila warna tinja tampak pucat, atau bila mata bayi masih tampak kuning dan urin berwarna kuning keruh setelah usia 2 minggu, segera bawa bayi ke dokter. Kondisi ini perlu diperiksa karena bisa berkaitan dengan gangguan saluran empedu.
Jadwal pemeriksaan bayi baru lahir
Bayi dianjurkan mendapat pemeriksaan dan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan pada:
- 0–6 jam setelah lahir.
- 6–48 jam setelah lahir.
- 3–7 hari setelah lahir.
- 8–28 hari setelah lahir.
Selain itu, pastikan bayi mendapat imunisasi Hepatitis B (HB0) sebelum usia 24 jam serta skrining yang dianjurkan, seperti Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada 48–72 jam setelah lahir. Pemeriksaan menyeluruh ini penting karena sebagian besar kematian bayi terjadi pada hari-hari pertama kehidupan.
Menjaga bayi tetap sehat dan hangat
Beberapa langkah sederhana membantu si kecil tetap aman:
- Jaga bayi tetap hangat dan jaga kebersihan selama merawatnya.
- Berikan ASI saja hingga usia 6 bulan, dan lanjutkan hingga 2 tahun.
- Dekap bayi dengan hangat, tatap, dan ajak bicara untuk menjalin kedekatan.
- Cuci tangan sebelum menyentuh atau menyusui bayi.
Pola tidur yang aman
Untuk mengurangi risiko saat tidur, sebaiknya bayi ditidurkan telentang di atas alas yang rata, jauhkan benda yang dapat menutupi kepala, dan gunakan kelambu bila diperlukan. Bayi baru lahir dapat tidur hingga sekitar 16 jam dalam sehari.
Peran keluarga
Merawat bayi baru lahir adalah tugas bersama. Ayah dan anggota keluarga dapat berbagi peran menjaga, menggendong, dan mendukung Bunda agar cukup istirahat. Dengan pengawasan yang penuh perhatian dan kesigapan mengenali tanda bahaya, keluarga membantu si kecil melewati bulan pertamanya dengan aman.
Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).
Catat perjalanan si kecil
Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.