MPASI: Tekstur, Porsi, dan Frekuensi Sesuai Usia

Panduan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dari usia 6 hingga 23 bulan — tekstur yang tepat, jumlah tiap kali makan, frekuensi, dan variasi gizi lengkap agar tumbuh kembang si kecil optimal.

Tim Zayyan 2 menit baca Bayi · 6 Bulan
MPASI: Tekstur, Porsi, dan Frekuensi Sesuai Usia

Saat si kecil berusia 6 bulan, ASI saja mulai tidak cukup memenuhi seluruh kebutuhan gizinya. Inilah waktunya mengenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI), sambil tetap melanjutkan ASI hingga usia 2 tahun. MPASI yang tepat waktu, cukup jumlah, dan beragam menjadi kunci tumbuh kembang yang baik dan pencegahan stunting.

Mulai tepat usia 6 bulan

MPASI diberikan tepat pada usia 6 bulan — tidak terlalu dini dan tidak terlalu terlambat. Pada usia ini, sistem pencernaan bayi sudah lebih siap menerima makanan selain ASI. Untuk mengetahui takaran per usia dengan cepat, Bunda bisa membuka Panduan MPASI.

Tekstur menyesuaikan usia

Seiring bertambahnya kemampuan bayi mengunyah dan menelan, tekstur MPASI ditingkatkan secara bertahap:

  • 6–8 bulan: makanan disaring atau dilumatkan hingga lembut.
  • 9–11 bulan: makanan dicincang halus atau cincang kasar yang mudah dijumput bayi.
  • 12–23 bulan: makanan keluarga, yaitu makanan rumah seperti yang disantap anggota keluarga lain.

Jumlah tiap kali makan

Jumlah MPASI mengacu pada mangkuk ukuran 250 ml dan meningkat sesuai usia:

  • 6–8 bulan: mulai 2–3 sendok makan, bertahap hingga ½ mangkuk (sekitar 125 ml).
  • 9–11 bulan: ½ hingga ¾ mangkuk (sekitar 125–175 ml).
  • 12–23 bulan: ¾ hingga 1 mangkuk (sekitar 175–250 ml).

Frekuensi makan

Selain porsi, atur frekuensi makan si kecil:

  • Makanan utama 3 kali sehari (pada usia 6–8 bulan bisa dimulai 2–3 kali).
  • Makanan selingan 1–2 kali sehari, menyesuaikan usia dan nafsu makan bayi.

Variasi gizi yang lengkap

Setiap porsi MPASI sebaiknya beragam dan mengandung sumber gizi lengkap:

  • Makanan pokok: beras, jagung, kentang, atau sumber karbohidrat lain.
  • Lauk hewani: telur, ikan, ayam, daging, dan hati — protein hewani diutamakan karena penting untuk mencegah stunting.
  • Lauk nabati: tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
  • Sayur: bayam, wortel, dan sayuran berwarna lainnya.
  • Buah: pisang, pepaya, jeruk, mangga, dan buah lokal lain.
  • Sedikit minyak atau lemak untuk menambah energi.

Masak dengan cara direbus atau dikukus, dan hindari makanan yang digoreng, mengandung pengawet, serta terlalu tinggi gula dan garam.

ASI tetap dilanjutkan

Meski sudah mendapat MPASI, ASI tetap diteruskan sesuai keinginan bayi hingga usia 2 tahun. MPASI melengkapi, bukan menggantikan, ASI.

Menciptakan suasana makan yang menyenangkan

Perkenalkan makanan baru satu per satu sambil memperhatikan kemungkinan alergi. Latih bayi menikmati suasana makan, tanggap terhadap tanda lapar dan kenyangnya, serta hindari memaksa. Semakin menyenangkan pengalaman makannya, semakin baik pula pola makan yang terbentuk.

Bila si kecil sulit makan, berat badannya tidak naik, atau Bunda ragu dengan porsinya, konsultasikan ke Posyandu atau Puskesmas untuk mendapatkan panduan yang sesuai.

Sumber: Buku KIA, Kementerian Kesehatan RI (2024).

Catat perjalanan si kecil

Aplikasi Zayyan membantu Bunda mencatat menyusui, tidur, dan tumbuh kembang di satu tempat yang tenang.

Artikel terkait

4 Pilar MPASI: Tepat Waktu, Adekuat, Aman, dan Responsif
Bayi · 6 Bulan

4 Pilar MPASI: Tepat Waktu, Adekuat, Aman, dan Responsif

Empat prinsip dasar Makanan Pendamping ASI yang direkomendasikan WHO dan IDAI — tepat waktu mulai 6 bulan, cukup gizi, higienis, dan diberikan dengan responsif mengikuti sinyal si kecil.

2 menit baca

Tanda Bayi Siap MPASI di Usia 6 Bulan
Bayi · 6 Bulan

Tanda Bayi Siap MPASI di Usia 6 Bulan

Sebelum memulai MPASI, penting mengenali tanda kesiapan bayi. Kenali ciri-cirinya, prinsip memulai dengan lembut, dan cara mengenalkan makanan baru dengan aman.

2 menit baca